WSKT lebih cepat menyelesaikan proyek jalan Kwatisore-Muri

Uncategorized84 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyelesaikan proyek rekonstruksi jalan Kwatisore-Muri lebih cepat dari yang ditentukan dalam kontrak. Jalan sepanjang 16,38 km yang menghubungkan Desa Kwatisore hingga Desa Muri, Nabire dan Provinsi Papua Tengah kini sudah bisa digunakan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan perseroan, Ermi Puspa Yunita mengatakan, hal ini merupakan dukungan perseroan terhadap Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua 2022-2041.

“Perusahaan terus mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur yang direncanakan pemerintah, khususnya di wilayah timur Indonesia yang masih banyak terdapat daerah terpencil. Pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara wilayah Papua Tengah dan Papua Barat.” jelas Ermey dalam keterangan tertulis, Kamis (4 April 2024).

Ermi menambahkan, penting untuk meningkatkan konektivitas antar daerah, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, mobilisasi orang, serta barang dan jasa agar dapat berjalan lebih efisien dan efektif.

Dijelaskannya, meski lokasi pembangunan berada di tengah hutan yang proses pengangkutan materialnya cukup sulit, namun tim proyek Waskita mampu memastikan pengerjaan berjalan sesuai dengan tugas yang diberikan.

“Selain itu, Vasquita selalu mengutamakan kualitas dan estetika serta menerapkan konstruksi ramah lingkungan untuk menjamin keberlangsungan ekosistem alam selama masa konstruksi. Lingkup pekerjaannya meliputi penggalian, peletakan permukaan dasar, pengerasan jalan, dan prefabrikasi boks perlintasan,” jelasnya.

Selain itu, dalam desain ini, Vasquita menggunakan desain kotak prefabrikasi yang inovatif pada desain saluran berpotongan, menurut Ermey. Penggunaan kotak prefabrikasi di Kabupaten Nabire dan Jayapura merupakan yang pertama, dimana sebelumnya metode box culvert dan pelat Duiker digunakan dalam pembangunan jalan di kabupaten tersebut sebagai struktur saluran perpotongan.

Baca Juga  Bergabung dengan Wall Street dan membuka Bursa Efek Asia

“Metode beton bertulang kotak dapat mempersingkat waktu pekerjaan 5 hari lebih cepat dibandingkan dengan metode box culvert,” ujarnya.

Selain itu, pada tahap awal pembangunan, Wasquita juga menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk mempercepat pengukuran panjang teras proyek yang sepanjang 16,38 km sehingga pekerjaan dapat segera selesai.

“Metode di atas termasuk dalam teknologi BIM (Building Information Modeling). Waskita selalu menerapkan teknologi BIM dalam setiap proyek yang dikerjakan. BIM dapat mengefisienkan pekerjaan sehingga pekerjaan desain dapat diselesaikan lebih cepat, hemat, dan kualitas lebih baik. Hasil Proyek terbukti “Rekonstruksi jalan Kwatisore-Muri dapat selesai lebih cepat dari target sebelumnya,” tutup Ermi.

Artikel selanjutnya

Mahfud, MD Salahkan Korupsi Infrastruktur di Era Jokowi, BUMN Buka Suara

(dpu/dpu)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *