Vaskita Karya mempercepat pelaksanaan 12 proyek IKN, 7 proyek selesai di semester I

Uncategorized58 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Vaskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) telah menyelesaikan pengerjaan 2 dari 12 proyek Ibukota Negara Republik Indonesia (IKN) yang sedang dibangun, yaitu proyek Sepaku Ring Road Seksi 4 dan Multi-Purpose Tunnel-01 (MUT) atau Terowongan Serba Guna Bawah Tanah.

Sekretaris Perusahaan Perseroan Ermi Puspa Yunita mengatakan dengan selesainya Jalan Lingkar Sepaku Seksi 4 sepanjang 4,45 km, dukungan konektivitas jalan menuju Kawasan Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN telah selesai.

“Vaskita juga telah menyelesaikan 100% pengerjaan proyek MUT. Terowongan ini dibangun di bawah permukaan bumi dan jalan-jalan kota, tempat berkumpulnya semua kabel listrik, pipa atau jaringan optik. Dengan demikian IKN terbebas dari kabel dan jaringan yang menggantung atau tertanam di tanah yang tidak sah, tertata dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5).

Dengan menerapkan konsep Indonesia Smart Forest City Masa Depan, Pembangunan IKN benar-benar memperhatikan aspek lingkungan terhadap kelestarian ekosistem alam. Diharapkan lebih dari 75% kawasan IKN akan ditempati oleh ruang hijau, dan 25% sisanya digunakan untuk pembangunan.

Sebagai informasi, Wasquita saat ini sedang mengerjakan 12 proyek IKN dengan total nilai kontrak Rp13,6 triliun, dan bagian Wasquita sendiri sebesar Rp7,5 triliun.

Hingga 2 Mei 2024, progres 12 proyek IKN Wasquita mengalami akselerasi dibandingkan Januari tahun lalu. Rinciannya: Saluran Utilitas Terpadu (MUT) – 01 tercapai 100%, Jalan Tol Lingkar Logistik Sepaku Seksi 4 tercapai 100%, Jalan Tol IKN Seksi 5A tercapai 84,45%, Sekretariat Presiden dan bangunan pendukung mencapai 80,99%.

Selain itu, pangsa Jalan Pengumpan IKN mencapai 72,85%, Kemenko 3 mencapai 64,14%, Kemenko 4 mencapai 62,49%, Rusun ASN 3 mencapai 33,40%, IPAL 123 mencapai 27,09%, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 mencapai 16,40% , pangsa jalan akses bandara IKN mencapai 11,77%, dan jalan tol seksi 3B-2 mencapai 5,70%.

Baca Juga  Kerap Tampil Tomboi, Begini Penampilan Gritte Agatha di Acara Lamaran - Benar-Benar Manglingi

Sektor infrastruktur masih memiliki potensi untuk tumbuh seiring dengan tingginya kebutuhan infrastruktur di Indonesia dan untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional, ujarnya.

“Perusahaan berharap pembangunan infrastruktur yang kami bangun tidak hanya pembangunan fisik saja, tapi juga berdampak ekonomi. Misalnya saja peran jalan tol sebagai penghubung, bisa dikaitkan dengan kawasan wisata, kawasan industri, dan seluruh kawasan. Selain itu, hal ini juga dapat memicu berkembangnya wilayah ekonomi baru dengan pembangunan infrastruktur,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Wasquita selesaikan pembangunan Bendungan Karian senilai Rp1,8 triliun

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *