Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para deputi akan menginterogasi empat menteri. Apa yang akan terjadi pada rupee?

Uncategorized82 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Terakhir, mata uang Garuda menguat pada perdagangan Kamis (4 April 2024) kemarin, semakin menjauh dari level Rp 16.000 per dolar AS.

Namun pada hari ini, Jumat (4/5/2024), pelaku pasar masih perlu mewaspadai tekanan politik internal, karena untuk pertama kalinya akan ada 4 menteri yang hadir dalam sidang perselisihan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MC).

Pada penutupan kemarin, rupiah menguat 0,16% terhadap dolar AS ke Rp15.890 per dolar AS, menurut data Refinitiv.

Rupee diperkirakan menguat seiring dengan mulai melemahnya Indeks Dolar AS (DXY). Indeks DXY kemarin hingga pukul 15.00 WIB turun 0,13% menjadi 104,12. DXY melemah selama tiga hari berturut-turut, turun 0,54% pada 3 April dan 0,19% pada 2 April 2024.

Hal ini terjadi karena pelaku pasar menilai pernyataan Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell merupakan pernyataan yang kuat mengenai kemungkinan penurunan suku bunga pada tahun ini sebagai antisipasi data terkini pasar tenaga kerja AS.

Powell membuat pernyataan terukur, mengatakan bahwa pembuat kebijakan akan dipandu oleh data ekonomi.

Investor fokus pada pandangannya bahwa angka-angka terbaru tidak mengubah pandangannya secara luas, serta pengingatnya bahwa “sebagian besar peserta FOMC percaya bahwa akan tepat untuk mulai memangkas suku bunga pada suatu saat di tahun ini.”

“Pidato tersebut secara keseluruhan menegaskan bahwa The Fed berada di jalur yang tepat untuk menurunkan suku bunga tahun ini, dengan data yang memandu waktunya. Kami pikir pada bulan Juli (The Fed) kemungkinan akan memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mulai menurunkan suku bunga,” kata analis ANZ.

Selain itu, perlambatan tak terduga dalam pertumbuhan jasa AS juga mendukung ekspektasi yang lebih rendah dan memberikan tekanan pada dolar karena ekspektasi jauh lebih rendah dibandingkan tiga bulan lalu.

Baca Juga  Bos AirAsia Tony Fernandez bereaksi terhadap telanjang dada dan pijatan selama pertemuan

Namun, tekanan politik dalam negeri mungkin saja terjadi. Hari ini Mahkamah Konstitusi kembali menggelar sidang perkara perselisihan umum hasil pemilu (PHPU).

Namun yang istimewa, agenda pertemuan tersebut adalah mendengarkan keterangan empat menteri, antara lain Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhajir Effendi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Selain empat menteri tersebut, anggota Knesset juga akan menyelenggarakan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (HEC). Semuanya dihadirkan di persidangan untuk mendengarkan bukti-buktinya.

Apalagi, hari ini merupakan hari terakhir pasar sebelum libur panjang Idul Fitri. Patut diantisipasi, masih ada kemungkinan dana keluar untuk kebutuhan liburan, termasuk mudik Idul Adha.

Teknis Rupee

Secara teknikal pada grafik 1-jam, mengingat kemarin rupee mulai menguat, trennya kini berbalik ke samping setelah agak melemah.

Tren konsolidasi rupiah bergerak dari kisaran support Rp15.870 per dolar AS hingga resistance Rp15.945 per dolar AS. Posisi support diperoleh berdasarkan garis rata-rata 100 jam atau moving average/MA 50. Sedangkan resistance diperoleh berdasarkan upper candle yang diuji pada 2 April.

Foto: Tradingview
Pergerakan rupee. terhadap dolar AS

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Fed masih hawkish, apakah rupee akan tangguh hari ini?

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *