Untuk mengejar uang pensiun, 40% dari gaji OJK akan melakukan hal tersebut

Uncategorized68 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyusun roadmap pengembangan dan penguatan dana pensiun yang rencananya akan diluncurkan pada tahun ini.

Direktur Utama OJK Penjaminan Asuransi dan Dana Pensiun (PPDP) Ogie Prastomijono mengatakan peta jalan tersebut dirancang untuk menciptakan sinergi ekosistem skema pensiun di Indonesia, baik skema pensiun wajib maupun sukarela, untuk menjamin kesejahteraan masyarakat setelah mencapai usia kerja. disimpan.

“Salah satu tujuan utama peta jalan ini adalah untuk mendukung pencapaian tingkat penggantian sebesar 40% sesuai dengan standar yang ditetapkan Organisasi Buruh Internasional (ILO),” kata Augie dalam tanggapan tertulis yang dikutip, Kamis (16). /5/2024).

FYI: Replacement Rate Income adalah perbandingan antara pendapatan seorang pekerja pada saat pensiun dibandingkan dengan gaji yang diterimanya selama masih aktif bekerja.

Beberapa bidang yang menjadi fokus utama peta jalan ini mencakup penguatan tata kelola, strategi investasi, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), manajemen risiko, dan perluasan inklusi melalui digitalisasi, termasuk menjangkau sektor informal.

Sebagai informasi, aset dana pensiun sukarela per Februari 2024 tumbuh 7,03% year-on-year dengan nilai aset Rp372,34 triliun. Pada program pensiun wajib, total aset mencapai 1,064 triliun atau meningkat 12% dibandingkan tahun lalu. Terakhir, nilai aset perusahaan penjaminan meningkat 15,50% year-on-year mencapai Rp 46,3 triliun.

Dari sisi portofolio investasi, hingga Maret 2024, dana pensiun sukarela masih didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 128,32 triliun atau menyumbang 36% dari total investasi.

Kondisi ini dipengaruhi oleh tren kenaikan suku bunga dan upaya pengelola dana pensiun dalam menjaga stabilitas kegiatan investasi di tengah situasi perekonomian dan pasar keuangan global yang tidak menentu, jelasnya.

Baca Juga  IHSG anjlok lebih dari 1%, berikut alasannya

Selain SBN, dua sarana investasi terbesar lainnya adalah deposito senilai Rp96,47 triliun dan obligasi senilai Rp67,33 triliun dengan komposisi masing-masing 26% dan 19% dari total investasi. Sementara itu, saham, reksa dana, dan instrumen lain seperti real estate dan ekuitas swasta masing-masing menyumbang 8%, 3% dan 8% dari total investasi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

4 aturan asuransi dan dana pensiun baru yang diterbitkan tahun ini, rinciannya

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *