Tidur 6 bulan, ditinggalkan pemiliknya, investor masih stuck

Uncategorized362 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten konstruksi yang dulu dimiliki oleh Asep Sulaman Sabanda atau Sultan Subang yaitu PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) sudah cukup lama mendekam di harga Rp 50 per saham atau level gocap, dimana Saham BEBS pernah berada di posisi tersebut. sejak diperdagangkan pada 22 Juni 2023.

Ketika saham BEBS lama berada di level kapitalisasi minimum, banyak investor yang menilai saham BEBS “terjebak” karena harga sahamnya tidak melenceng dari harga Rp 50 per saham.

Tercatat pada sesi kedua perdagangan Kamis (18 Januari 2024), terdapat 137 juta lot atau sekitar Rp 686 miliar antrean bid atau sell order untuk dijual dengan harga Rp 50 per saham atau gocap. Artinya, masih banyak investor yang terjebak pada saham-saham tersebut karena tidak bisa menjualnya di pasar reguler.

Saham BEBS diketahui mendekam di level gocap sejak 22 Juni 2023 atau hampir tujuh bulan. Sebelum mendekam lama di level GoCap, BEBS juga berhasil mencetak penolakan otomatis bawah (ARB) dalam volume. Jika dihitung-hitung, saham BEBS menyentuh ARB sebanyak 23 kali pada tahun lalu.

Bahkan, BEBS juga kerap disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun lalu. Saham BEBS akan disuspensi sebanyak dua kali pada tahun 2023.

Meski sempat lama mendekam di level gocap, lalu mencetak volume saham ARB, BEBS masih belum masuk dalam dewan pemantau khusus sehingga pergerakannya terus tertahan di level gocap.

Saham BEBS sendiri dikenal dengan nama saham Sultan Subang. Namun kini Asep Suleiman sudah tidak menjadi bagian BEBS lagi.

Manajemen BEBS telah mengumumkan perubahan pada tim manajemennya. Perseroan mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Asep Sulayeman Sabanda atau Sultan Subang selaku Komisaris Utama BEBS pada Selasa lalu.

Baca Juga  Profil, Biodata dan Fakta Menarik Member RIIZE Boyband Baru SM Entertainment, Ada Sungchan dan Shotaro eks NCT Loh!

“Pada tanggal 15 Januari 2024, Perseroan menerima pengunduran diri Bapak Asep Sulayeman Sabanda sebagai Komisaris Utama Perseroan,” kata Direktur BEBS Iyan Sopiyan dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Kamis (18 Januari 2024).

Menurut dia, pengunduran diri tersebut tidak mempengaruhi peristiwa, informasi atau fakta material mengenai operasional, peraturan perundang-undangan, kondisi keuangan atau kelangsungan hidup BEBS.

Asep yang akrab disapa Sultan Subang merupakan pengusaha ternama yang memiliki sejumlah saham di beberapa emiten. Ia tercatat memiliki 4,51% saham BEBS. Ia juga mengendalikan PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) melalui PT Lembur Sadaya Investama.

Selain itu, Asep juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM Group). SEAM Group beroperasi di empat sektor utama termasuk infrastruktur, unggas, real estat, dan energi terintegrasi.

Hingga 31 Desember 2023, Sultan Subang masih memiliki 4,51% saham BEBS. Pengendali perusahaan ini adalah PT Berkah Global Investama dengan kepemilikan saham sebesar 31,39%.

BGI sendiri merupakan perusahaan yang hampir seluruhnya dimiliki oleh Zulfiqar Mohammed Ali Indra. Berdasarkan prospektus awal IPO 2021, pihaknya memegang hampir 35,40% saham BEBS setelah pencatatan perdana di bursa.

Zulfiqar juga tercatat sebagai penerima manfaat utama BEBS. Beliau menjabat sebagai Komisaris saat BEBS pertama kali go public di bursa.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *