Sulit bagi warga Republik Ingushetia untuk membayar secara mencicil; kualitas pinjaman konsumen bank memburuk

Uncategorized54 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Sektor jasa keuangan berada dalam bayang-bayang kredit bermasalah yang semakin mendapatkan momentumnya. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) industri multi-pembiayaan yang mengalami peningkatan pada tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai kenaikan tersebut karena daya beli masyarakat mendapat tekanan dari harga kebutuhan pokok yang meningkat tajam sejak akhir tahun 2023. juga menghadapi kondisi sulit dalam mencari debitur yang berkualitas.

Suwandi menjelaskan, kredit bermasalah kini menjadi permasalahan bagi seluruh industri keuangan. Memang benar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio kredit bermasalah atau pinjaman bermasalah Sektor perbankan (NPL) juga tumbuh.

Mengenai NPL bruto sektor perbankan sebesar 2,33% pada April 2024 dibandingkan 2,25% pada bulan sebelumnya, dan NPL bersih meningkat menjadi 0,81% dari sebelumnya 0,77%.

Secara khusus, salah satu segmen yang mengalami peningkatan kredit bermasalah adalah kredit konsumer. Meski angkanya masih di bawah 2%, namun kredit bermasalah pada kredit konsumsi per Maret 2024 naik 30 basis poin (bps) menjadi 1,8%.

Stok kredit konsumsi non-performing per Maret 2024 tumbuh sebesar 27,7% year-on-year (YoY), sedangkan kredit konsumsi tumbuh di bawah angka tersebut atau sebesar 10,5% YoY.

Sejumlah bank besar Indonesia pun mengakui terjadi penurunan kualitas kredit konsumernya. Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Handayani mengakui kredit bermasalah konsumer di bank-bank pelat merah semakin meningkat. Meski demikian, ia meyakini potensi segmen konsumer di BRI masih besar.

“NPL kredit konsumer BRI tetap terkendali dengan baik meski sedikit meningkat. Potensi kredit konsumsi masih kuat meski melambat,” kata Handayani kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/6/2024).

Baca Juga  Vaskita optimis terhadap peningkatan pertumbuhan jangka panjang

Senada dengan itu, Bank CIMB Niaga juga menyatakan akan terjadi peningkatan kredit bermasalah pada kredit konsumer mulai April 2024. Namun, menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, peningkatan kredit bermasalah secara tahunan belum signifikan.

Secara keseluruhan, dia menjelaskan aset pinjaman ritel sehat dan kredit bermasalah bruto berada di angka 2%. “Terdapat peningkatan kredit konsumen yang kecil namun tidak signifikan, yaitu sekitar 12 bps di bulan April, terutama disebabkan oleh banyaknya hari libur sehingga mengurangi efisiensi pengumpulan,” kata Lani kepada CNBC Indonesia, Kamis (14 Juni). /2024).

Dia mengatakan kegiatan penagihan pinjaman juga dipengaruhi oleh peraturan baru yang lebih ketat.

Lani yakin kualitas pinjaman konsumen di bank swasta terbesar kedua di Indonesia ini akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Ia mengatakan, pihaknya tetap fokus menggarap penyaluran kredit konsumer dan UKM.

“Kami terus fokus pada pinjaman konsumen dan pinjaman kepada usaha kecil dan menengah. kualitas aset secara keseluruhan “Lingkungan ritel bagus, meski ada sedikit pertumbuhan karena beberapa faktor yang kami yakini bisa diatasi,” tutupnya.

Di bank swasta terbesar di Indonesia, Bank Central Asia (BCA), kualitas kredit di segmen konsumer terus dijaga. Berbicara kepada CNBC Indonesia, Direktur BCA Haryanto T. Budiman secara khusus mengatakan permasalahan kredit bermasalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di BCA tidak bertambah parah.

Executive Vice President Corporate Communications and Social Responsibility BCA Hera F. Harin menjelaskan total kredit bermasalah BCA secara keseluruhan tetap berada di angka 1,9% per Maret 2024.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Pinjaman bank yang tunggakannya bertambah, OJK tak khawatir

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *