Sidang sengketa pilpres dimulai, rupee rentan terkoreksi

Uncategorized135 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupee mulai menguat kemarin, Selasa (26/3/3024). Namun, risiko koreksi masih ada karena dimulainya sengketa pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi, repatriasi dividen, dan ketidakpastian eksternal.

Rupiah menguat 0,06% menjadi Rp15.785 per dolar AS, menurut data Refinitiv. Posisi tersebut mematahkan tren pelemahan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut sejak 22 Maret 2024.

Penguatan rupee diyakini disebabkan oleh dolar AS yang kemarin cenderung melemah. Meski rupee menguat, arus keluar modal (capital outflow) dari pasar keuangan domestik masih belum terkendali.

Kepala Riset Ekuitas Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan pelemahan rupiah sebagian besar disebabkan oleh aliran uang keluar dari obligasi.

“Pelemahan sebagian besar kemungkinan disebabkan oleh arus keuangan, pasar obligasi mencatatkan jual bersih Rp 8,2 triliun pada 18-21 Maret dibandingkan dengan beli bersih Rp 1,7 triliun di pasar saham,” ujarnya Satria CNBC Indonesia.

“Untuk saat ini, BI kemungkinan akan meningkatkan intervensi valuta asing.” – kata Satria.

Menurut Satria, Ekonom Samuel Securitas Fitra Faisal mengatakan BI sebagai bank sentral sebaiknya melakukan intervensi jangka pendek agar mata uang Garuda tidak mengalami depresiasi yang signifikan.

Selain itu, di dalam negeri terdapat Mahkamah Konstitusi (MC) yang akan menggelar sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) 2024 pada hari ini, Rabu (27/03/2024).

Hal ini tertuang dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tahapan, Kegiatan dan Jadwal PHPU Tahun 2024. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo pada 18 Maret 2023.

“Pemeriksaan pendahuluan, verifikasi kelengkapan dan kejelasan materi permohonan, serta verifikasi dan penegasan bukti-bukti pemohon,” bunyi resolusi tersebut.

Baca Juga  Para ekonom memperingatkan bahaya pemotongan tabungan bagi kelompok rentan

Sidang perdana sengketa pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi bisa menjadi beban pasar karena tensi politik dalam negeri kembali meningkat.

Di sisi lain, ketidakpastian global terus memberikan tekanan pada mata uang Garuda.

Secara global, pasar menilai pesan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang cenderung damai, masih belum cukup jelas. Ketidakpastian masih ada di tengah panasnya inflasi AS dan ketegangan pasar tenaga kerja.

Selain itu, geopolitik Eropa Timur masih relatif tidak stabil. Secara khusus, serangan teroris terhadap Rusia telah menimbulkan sentimen negatif di dunia.

Teknis Rupee

Secara teknikal, rupee masih dalam tren melemah setiap jamnya, meski kemarin sempat menguat tipis. Dalam jangka pendek, masih ada kemungkinan melemahnya resistance Rp 15.800/USD sebagai level psikologis.

Jika posisi tersebut ditembus ke atas, maka potensi resistance selanjutnya akan diuji di harga Rp 15.840/USD. Angka tersebut diperoleh dari intraday high candle pada 26 Januari 2024.

Sedangkan untuk support sebagai potensi penguatan jika terjadi pembalikan arah bisa melihat angka Rp 15.755/USD yang diambil dari garis rata-rata 50 jam atau moving average 50/MA 50.

Foto: Tradingview
Pergerakan rupee terhadap dolar AS

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Fed masih hawkish, apakah rupee akan tangguh hari ini?

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *