Saham Bank Mandiri (BMRI) kembali mencatatkan rekor di Rp 7.200.

Uncategorized131 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali melonjak dan kembali mencapai rekor tertinggi pada sesi pertama perdagangan Rabu (12/02/2024).

Hingga pukul 10.35 WIB, saham BMRI melonjak 2,88% hingga diperdagangkan Rp 7.150 per saham. Sementara pada perdagangan hari ini, saham BMRI mencatatkan rekor tertinggi Rp 7.200 per saham, tertinggi sepanjang sejarah pasca stock split. BMRI terakhir kali menerima ATH pada perdagangan Senin pekan lalu dengan harga Rp 6.900 per unit.

Saham BMRI diperdagangkan sebanyak 4.691 kali, dengan volume transaksi mencapai 59,51 juta lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 424,41 miliar. Kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 665 triliun.

Saham BMRI kembali melonjak seiring investor menantikan kebijakan pembagian dividen perseroan. Apalagi, keberhasilan BMRI meraih rekor laba bersih pada tahun 2023 membuat investor optimistis pembagian dividen BMRI semakin menarik.

Riset CNBC Indonesia memperkirakan dividen yang akan dibagikan investor tahun ini berdasarkan laba bersih tahun fiskal 2023, dengan asumsi rata-rata rasio pembayaran dividen (DPR) tiga tahun, atau pembagian laba yang dikurangi sebagian laba ditahan.

Secara nominal, BMRI berpotensi membagikan dividen terbesar yakni Rp 335 per saham. Sedangkan perkiraan imbal hasil dividen atau persentase keuntungan dividen harga saham BMRI sebesar 5,12%.

Potensi tersebut muncul setelah BMRI berhasil mencatatkan rekor laba bersih pada tahun 2023. Laba bersih konsolidasi BMRI pada tahun 2023 mencapai Rp55,06 triliun, naik 33,7% year-on-year (YoY). Pencapaian tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 9,08% year-on-year menjadi Rp 9,89 triliun.

Direktur Utama BMRI Darmawan Junaidi mengatakan, perolehan laba tersebut juga merupakan yang tertinggi sejak perusahaan berdiri 25 tahun lalu.

Baca Juga  Pendapatan ekspor batu bara anjlok, laba Toba Energi tembus Rp 124,8 miliar

Ia juga mengatakan, pencapaian signifikan tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian yang secara nasional masih tetap tahan terhadap volatilitas pada tahun 2023.

“Meskipun terdapat berbagai tantangan yang akan muncul pada tahun 2023, posisi perekonomian Indonesia tetap kuat didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan inflasi yang masih berlanjut. perekonomian,” kata Darmawan, Rabu (31/1).

Sedangkan selama tahun 2023, kredit BMRI sebesar Rp1,398 triliun, naik 16,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Alhasil, aset bank tersebut mencapai Rp2,174 triliun, meningkat 9,12% year-on-year.
Sementara bank mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1,576 triliun, naik 5,78% year-on-year, dengan rasio giro tabungan (CASA) sebesar 79,4%.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Saham Bank Naik, BMRI Melonjak 3,5%

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *