Rumah sakit mengeluh melemahnya rupee menyebabkan kenaikan harga obat-obatan dan peralatan medis

Uncategorized102 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia- Nilai tukar rupiah terus mengalami tren pelemahan dan bertahan di level Rp16.100 per dolar AS akibat tekanan sentimen global terkait perang di Timur Tengah dan arah kebijakan bank sentral The Fed.

Depresiasi mata uang Garuda tentu saja berdampak pada sejumlah sektor usaha yang sebagian besar masih bergantung pada bahan baku impor, seperti sektor kesehatan, industri farmasi, dan rumah sakit.

Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Iing Ichsan Hanafi mengatakan pelemahan rupiah merupakan isu kritis yang menyebabkan naiknya harga bahan baku impor di sektor kesehatan. Dampaknya adalah kenaikan harga jual obat dan ketersediaan alat kesehatan yang pada akhirnya berdampak pada keterjangkauan pasien.

Menurut ARSSI, Direktur PT FAS Utama Medika Pratoto S. Rahardjo juga merasakan dampak pelemahan rupee terhadap pasokan dan harga produk kesehatan. Jika kondisi ini terus berlanjut maka akan menjadi beban industri di tengah upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Apa dampak pelemahan rupee terhadap industri kesehatan? Lebih lengkapnya simak percakapan Bramudya Prabowo dengan Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Iing Ichsan Hanafi dan Direktur PT FAS Utama Medika Pratoto S. Rahardjo di Majalah Profit, CNBC Indonesia (Kamis, 25 April). 2024)

Saksikan liputan langsung program TV CNBC Indonesia lainnya di sini.


Quoted From Many Source

Baca Juga  Bank-Bank Berkapitalisasi Besar Bagi Dividen, Sahamnya Naik Lagi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *