Peringatan OJK! Itulah berbagai modus penipuan jelang Ramadhan.

Uncategorized105 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Badan Pengawasan Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friederika Vidyasari Devi mengatakan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat menjadi penyebab utama maraknya penipuan di sektor jasa keuangan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada.

“Ada banyak cara untuk berbuat curang. Biasanya masyarakat menjalankan puasa sebulan,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Senin (4/3/2024).

Menurut dia, permintaan saat perayaan Ramadhan dan Idul Fitri cenderung meningkat karena adanya tradisi lokal seperti belanja pakaian dan mudik. Hal ini membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan akses dana kreditnya. “Cara penipuannya ada kemauan. Masyarakat harus waspada terhadap peluang yang muncul,” imbuhnya.

Wanita yang akrab disapa Kiki ini mengatakan, salah satu penipuan yang banyak terjadi adalah penerbitan pinjaman online (pinjol) ilegal meski masyarakat tidak mengajukan pinjaman.

“Ada transfer dana dari pinjol ilegal kepada masyarakat yang belum pernah mengajukan pinjaman. Lalu tiba-tiba masuk ke rekening, korban terpaksa menguasai dana tersebut dengan bunga tinggi,” ujarnya.

Jika hal tersebut terjadi, OJK meminta masyarakat segera melaporkan hal tersebut ke bank atau Kantor Perlindungan Konsumen OJK. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak menggunakan uang tersebut.

Masyarakat kemudian juga diminta mengabaikan petugas penagih utang atau collector yang ngotot menagih uang. “Blokir debt collector, abaikan saja dan laporkan ke satgas PASTI,” ujarnya.

Selain itu, jenis penipuan lainnya di bulan Ramadhan adalah promosi yang tidak wajar, misalnya perjalanan umroh. “Promosi cicilan umroh dan lain-lain sangat tidak masuk akal. Harus hati-hati. Masyarakat biasanya bersikap positif terhadap tawaran umrah dan lain-lain,” ujarnya.

Terakhir, ada penipuan saat mengirim paket melalui pesan online melalui WhatsApp. Metode ini memungkinkan penyerang mencuri data publik yang sensitif seperti email dan informasi kartu kredit.

Baca Juga  Pendapatan tumbuh, laba Bangun Persada secara keseluruhan naik 77,6% di Q1 2024

“Kami sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan orang mengirimkan informasi melalui WA untuk membuka aplikasi, yang kami lihat sebagai cara untuk mendeteksi penipuan,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Awas, Bos OJK Sebut Ada Rezim Penipuan Baru yang Mengkhawatirkan

(merampok/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *