Pemerintah ingin mewajibkan asuransi OSAGO; apakah bayar STNK akan lebih mahal?

Uncategorized44 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah bersama pelaku industri sedang menggarap sistem asuransi kewajiban pihak ketiga wajib (OSLI). Kedepannya, siapa pun yang memiliki kendaraan akan diwajibkan membayar biaya tambahan untuk perlindungan benturan pihak ketiga.

Terkait besaran biaya wajib tersebut, Wakil Ketua Divisi Teknis 3 AAUI Wayan Pariama belum bisa memberikan gambaran berapa besaran biaya tersebut jika nantinya menjadi wajib. Namun, dia menghitung jumlah tersebut tidak akan membebani masyarakat.

“Apa jadinya jika hal ini menjadi wajib? Mungkin ada yang menganggap ini biaya tambahan. Namun hal ini ditanggung oleh masyarakat yang mampu membeli mobil. Apakah kamu tidak mampu membeli asuransi seharga Rp 300.000?” Hal itu disampaikan Wayan dalam jumpa pers Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Kamis (16 Mei 2024).

Misalnya, tarif asuransi mobil saat ini diperkirakan sekitar 1% dari nilai pertanggungan untuk pertanggungan hingga $100 juta. Dan tarif ini menjadi lebih murah jika uang pertanggungan yang dipilih lebih tinggi.

Lebih lanjut, Wayan menjelaskan, asuransi pertanggungjawaban wajib nantinya akan berlaku untuk setiap kendaraan yang ada di jalan raya, tidak hanya kendaraan baru. Dengan kata lain, meskipun ada mobil tua di jalan, tetap harus diasuransikan.

Terkait pengadaan dan pengawasan, AAUI masih berdiskusi dengan pengambil kebijakan. Namun masih beredar wacana akan dikenakannya biaya pembelian asuransi TPL ketika masyarakat membayar atau memperbarui STNK.

“Kami sekarang sedang berpikir untuk menagih STNK. Karena setiap tahun bayar STNK, disitulah biaya ini ditambah. Jadi kita ambil angka yang sama dengan Jasarahardji, misalnya 150 ribu rupiah per mobil, per Jadi, misalnya ada yang merugikan orang, menabrak mobil, saya sudah punya sarananya,” jelasnya.

Baca Juga  Sang Ibu ke Indonesia Setelah 5 Tahun, Begini 7 Potret Ira Wibowo dan Ari Wibowo Bareng Ibunya - Salfok Ketiganya Awet Muda Semua

Diketahui pada tahun 2023 jumlah korban kecelakaan lalu lintas mencapai 148 ribu kasus menurut Inspektorat Lalu Lintas Negara (Korlantas). Menurut AAUI, pembayaran klaim asuransi kendaraan akan mencapai Rp 7 triliun pada tahun 2023.

Untuk itu diperlukan asuransi tanggung jawab pihak ketiga atau third party legal policy Insurance, yaitu jenis asuransi yang memberikan perlindungan risiko atas klaim ganti rugi dari pihak ketiga.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Wakil Ketua Divisi Teknis 3 AAUI Wayan Pariama mengatakan, pihaknya saat ini sedang mempertimbangkan untuk membentuk konsorsium penyedia asuransi pihak ketiga kendaraan bermotor.

“Anggota kita ada 72 orang. Kalau semua ikut pasti masyarakat bingung. Jadi, ada pemikiran untuk membuat tiga kelompok konsorsium? Nah, kalau ada konsorsium, paling tidak ada kompetisinya,” kata Wayan dalam kesempatan yang sama.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Kinerja TUGU Bakal Ungguli Industri di 2023, Ini Buktinya

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *