OJK memperkirakan premi Unitlink akan naik 5% pada tahun 2024

Uncategorized113 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pertumbuhan premi produk asuransi terkait investasi (PAYDI) atau biasa disebut unitlink akan meningkat sebesar 5% pada tahun 2024. Hal ini sejalan dengan peningkatan premi asuransi jiwa secara keseluruhan.

“Hal ini mengingat sumber premi asuransi jiwa terbesar masih berasal dari premi PAYDI (sekitar 34 persen dari total premi asuransi jiwa),” kata Ketua Pelaksana PPDP Ogi Prastomijono dalam laporannya. tanggapan tertulis, Rabu (06/03/2024).

Augie mengatakan partainya optimistis kepercayaan perekonomian dalam negeri akan muncul seiring pemilu berlangsung. Berkomitmen memperkuat fondasi industri asuransi, OJK yakin dapat memulihkan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

Seperti diketahui, premi produk PAYDI mengalami penurunan pada tahun 2023, sedangkan premi produk tradisional meningkat sebesar 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan asuransi jiwa sebesar Rp 219,70 triliun pada tahun 2023. Angka tersebut turun tipis sebesar 2% dibandingkan total pendapatan pada tahun 2022.

Ketua Dewan AAJI Budi Tampubolon menjelaskan, dari jumlah tersebut, pendapatan premi asuransi jiwa akan mencapai Rp 177,66 triliun pada akhir tahun 2023. Hasil investasi menunjukkan pertumbuhan positif, meningkat 46,2% atau mencapai total Rp32,03 triliun.

Budi menambahkan, pendapatan premi masih terbebani oleh premi asuransi jiwa produk asuransi terkait investasi (PAYDI) atau unit trust. Total pendapatan tersebut didominasi oleh pendapatan tradisional dengan kontribusi sebesar 52%. Pada saat yang sama, blok tautan hanya menyumbang 40,8%.

“Meskipun demikian, tautan berbagi masih terus berkembang. Kami yakin dengan semakin matangnya produk asuransi jiwa unit link ini, minat masyarakat terhadap produk tersebut juga akan semakin meningkat, begitu pula minat masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan investasi,” kata Budi. pada konferensi pers AAJI, Selasa (27 Februari 2024).

Baca Juga  Perdagangan besar terjadi pada saham INCO dan AMMN.

Jumlah tertanggung asuransi jiwa mencapai 84,84 juta orang, meningkat 0,5%. Total uang pertanggungan juga meningkat 9,9% menjadi Rp5.343,43 triliun. Dari data tersebut terlihat bahwa setiap orang yang memiliki asuransi jiwa memiliki rata-rata nilai asuransi sebesar Rp 63 juta.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

PAYDI masih salah: premi September turun 1,57%

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *