Modal perlu ditingkatkan! Akankah Emiten AHAP Salim Group Go Private?

Uncategorized299 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten asuransi umum tradisional Salim Group PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) dikabarkan tengah menambah modal, antara lain melalui pertanyaan tentang hak.

Hal ini seiring dengan rencana penerbitan aturan modal minimum terbaru bagi perusahaan asuransi. Selain itu, AHAP juga terbuka kemungkinan go private seperti emiten Salim lainnya yakni PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).

Hal ini terjadi setelah AHAP baru-baru ini menyelesaikan kesepakatan kemitraan, mencari pinjaman subordinasi dari perusahaan pengendali PT Asuransi Central Asia (ACA) senilai Rp 30 miliar. Manajemen menyatakan aksi korporasi ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan terus menjaga tingkat solvabilitas perseroan.

Keterbukaan mengenai Pernyataan Kewajaran Rencana Kredit Dana menyatakan bahwa AHAP akan membayar kembali pinjaman pra-ACA dengan membayar tunai secara bertahap, dengan memperhatikan hal-hal yang diatur di atas.

Atau alternatifnya, dengan mengkonversi saham AHAP pada saat AHAP melakukan penambahan modal terlebih dahulu (PMHETD) melalui penawaran umum terbatas sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai perusahaan publik.

Pada saat yang sama, AHAP mempunyai potensi untuk mencapai kesepakatan tersebut, menurut orang-orang yang mengetahui kesepakatan tersebut. masalah hak segera.

Namun AHAP juga memiliki potensi, menurut sumber ini. menjadi pribadi yaitu, tinggalkan bursa jika masalah hak dinilai lambat dan tidak efisien, seperti yang dilakukan di perusahaan Salim lainnya yaitu META.

Sebelumnya, Direktur META membeberkan alasan perusahaan mengambil tindakan Go Private, yakni tak mau lagi terus menerus mengurusi persoalan hak asasi manusia (rights issue).

Melihat kasus tersebut dan mengingat AHAP harus menyuntikkan modal untuk memenuhi aturan dasar permodalan asuransi hingga Rp 1 triliun, menurut sumber yang mengetahui transaksi ini, AHAP berpeluang menjadi pribadi META berikut ini cukup terbuka.

Baca Juga  PTBA akan melakukan belanja modal sebesar Rp 2,9 triliun pada tahun 2024

Aturan asuransi baru

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menerbitkan Peraturan OJK (POJK) tentang penjaminan modal. Kedepannya akan dibentuk Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Modal Saham (KPPE) dan Kelompok Usaha Perusahaan Perasuransian (KUPA).

Direktur Jenderal Pengawasan Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogie Prastomijono mengatakan penerapan KPPE serupa dengan Kelompok Perbankan Berbasis Modal Inti (KBMI) di industri perbankan. Dalam POJK KPPE dikelompokkan menjadi dua bagian.

“Ada CPPE 1, ada CPPE 2. Saya kira yang lebih kompleks dan berisiko tinggi hanya bisa dilakukan oleh CPPE 2. Kita ikuti skema bank KBMI, kita lakukan pengembangan modal bertahap, tahap 1 tahun 2026, lalu tahap 2 Agustus 2028,” kata Ogi pada konferensi pers peluncuran Roadmap Asuransi di Jakarta pada 23 Oktober 2023.

Modal minimum perusahaan asuransi tradisional rencananya akan ditetapkan sebesar Rp 500 miliar. Selain itu, pada tahun 2028, modal minimum ditingkatkan menjadi Rp 1 triliun.
Kemudian, untuk perusahaan reasuransi tradisional, modal minimumnya ditingkatkan dari Rp 200 miliar menjadi Rp 1 triliun pada tahun 2026. Selain itu, modal minimum akan ditingkatkan menjadi Rp 2 triliun pada tahun 2028.
Sedangkan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2023, modal (ekuitas) AHAP mencapai Rp 195,90 miliar. Masih di bawah target OJK yang disebutkan di atas.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Salim menciptakan bank digital yang ditujukan untuk toko kelontong dan Warmindo

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *