Mengikuti Wall Street, pasar saham Asia dibuka kembali secara perlahan

Uncategorized156 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia Sebagian besar bursa di kawasan Asia-Pasifik mengalami tren pelemahan pada perdagangan Kamis (29/2/2024), dimana investor masih berada dalam tren pelemahan. tunggu dan lihat Kami mengharapkan publikasi data inflasi pengeluaran pribadi Amerika Serikat (AS) dan sejumlah data ekonomi penting lainnya.

Hingga pukul 08:31 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,23%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,33%, ASX 200 Australia melemah 0,09%, dan KOSPI Korea Selatan melemah 0,56%. Sementara itu, indeks Shanghai Composite China bertambah 0,08%, sedangkan Straits Times Singapura naik 0,17%.

Saham Asia Pasifik cenderung melemah di tengah koreksi pasar saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street kemarin.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah tipis 0,06%, S&P 500 terkoreksi 0,17% dan Nasdaq Composite turun 0,55%.

Wall Street telah berjuang dalam beberapa hari terakhir untuk mempertahankan momentum kenaikan menjelang rilis data inflasi belanja pribadi. (biaya konsumsi pribadi/PCE), setelah reli panjang yang mencapai puncaknya minggu lalu dalam antusiasme terhadap potensi kecerdasan buatan (AI), yang didorong oleh pendapatan kuartal Nvidia.

Namun, sebelum publikasi data inflasi PCE, investor mempertimbangkan rilis estimasi kedua pertumbuhan ekonomi AS atau produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat tahun 2023.

Tadi malam, berdasarkan laporan US Bureau of Economic Analysis (BEA), PDB Negeri Paman Sam kuartal IV 2023 direvisi sehingga mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,2%, turun dari perkiraan awal sebelumnya sebesar 3,3%.

“Pembaruan ini terutama mencerminkan revisi ke bawah pada investasi swasta dalam persediaan, sebagian diimbangi oleh revisi ke atas pada belanja pemerintah negara bagian dan lokal serta belanja konsumen,” kata BEA dalam siaran persnya.

Baca Juga  Investor Lego di sekuritas utang AS setelah upaya pembunuhan terhadap Donald Trump

Perekonomian Negeri Paman Sam tercatat tumbuh 2,5% pada tahun 2023, melampaui pertumbuhan tahun 2022 yang sebesar 1,9%.

Belanja konsumen, yang menyumbang sekitar 70% aktivitas ekonomi AS, tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3% dari bulan Oktober hingga Desember tahun lalu.

Sementara itu, belanja pemerintah negara bagian dan lokal meningkat 5,4% setiap tahun pada kuartal terakhir tahun 2023, laju tercepat sejak tahun 2019. Meningkatnya ekspor juga turut menyumbang pertumbuhan pada kuartal IV-2023.

Hal ini terjadi menjelang angka inflasi PCE Januari 2024 yang diawasi ketat, dan dijadwalkan akan dirilis malam ini waktu Indonesia.

Investor akan mencermati rilis data ini untuk mengetahui kondisi perekonomian di masa depan dan sikap kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve).

Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga akan menurun jika data inflasi lebih kuat dari perkiraan.

Pasar baru-baru ini menunda ekspektasi penurunan suku bunga hingga pertemuan bulan Juni, menurut FedWatch Tool CME.

Berdasarkan alat ini, perkiraan pasar bahwa The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 20 Maret mendatang mencapai 97,5%. Hal ini tentu saja merupakan kebalikan dari sikap yang diambil pada awal tahun ini, ketika banyak pihak memperkirakan The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya.

“Sekarang katalis pendapatan tersebut sudah tidak ada lagi, mungkin ada sedikit pelemahan karena pasar sekarang harus melihat jalur inflasi dan tindakan The Fed, apakah itu konsisten dengan retorika yang lebih ketat atau kebijakan dalam jangka waktu yang lebih lama. waktu,” kata Keith Buchanan, manajer portofolio senior di GLOBALT Investments di Atlanta, seperti dikutip oleh Reuters.

Selain data inflasi PCE, pasar juga akan mencermati rilis data klaim pengangguran mingguan untuk pekan yang berakhir 24 Februari.

Baca Juga  Prabowo Ditanya Soal Kebijakan Rupee, Ini Jawabannya!

Konsensus Pasar Ekonomi perdagangan Klaim pengangguran mingguan kali ini diperkirakan meningkat lagi menjadi 210.000, naik dari minggu sebelumnya yang berakhir 17 Februari sebanyak 201.000 klaim.

Jika klaim pengangguran kembali naik, maka data tenaga kerja bisa dikatakan mulai mendingin. Namun demikian, tidak ada kesimpulan langsung yang dapat ditarik dari hal ini, mengingat terdapat data angkatan kerja lain yang dapat digunakan sebagai panduan.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Bursa Asia kembali dibuka buruk. Mengapa?

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *