Melalui Global Bond, BNI melakukan diversifikasi sumber pendanaan

Uncategorized111 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) baru-baru ini menerbitkan surat utang senior dalam mata uang dolar AS senilai US$500 juta atau sekitar Rp 7,94 triliun (kurs Rp 15.892,85). Chief Financial Officer BNI Novita Vidya Angrani menegaskan, isu global ini merupakan langkah diversifikasi dan mendukung langkah strategis BNI menuju pertumbuhan rupee dan devisa.

Oleh karena itu, Novita juga mengatakan rencana penerbitan global bond dilakukan secara hati-hati karena perseroan aktif membiayai rupee dan valuta asing (valas).

“Kami melihat Obligasi global sebagai alternatif untuk mendiversifikasi sumber pendanaan. “Jadi kita tidak hanya bergantung pada DPK institusional saja, tapi kita beralih ke obligasi global dan melihat potensi yang ada di dalamnya,” kata Novita dalam program Power Lunch CNBC Indonesia, dikutip Rabu (3 Maret 2024).

Transformasi yang dilakukan BNI secara fundamental telah memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada investor untuk membeli obligasi global bank pelat merah tersebut. Sebagai informasi, pasokan global bond BNI kali ini mengalami kelebihan permintaan sebesar 6,4 kali.

“Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap BNI cukup tinggi sejak saat ini pertunjukan keliling, “Investor pada dasarnya mengapresiasi langkah transformasi BNI yang dimulai pada tahun 2020, sehingga kepercayaan investor tetap ada,” ujarnya.

Sebelumnya, BNI juga menerbitkan global bond pada tahun 2021 untuk memperkuat permodalan. Respon investor saat itu cukup baik dan penerbitan obligasi global senilai US$500 juta juga berjalan lancar.

“Kami menerbitkannya kembali untuk yang kedua kalinya,” tegasnya.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Maret 2024, Perseroan telah menyelesaikan kegiatan riset pasar. (Pertunjukan keliling) dan penetapan harga terkait dengan rencana penerbitan surat utang senior senilai $500 juta.

Baca Juga  Saham BBTN Mulai Naik Jelang RUPS

Rencana penerbitan tersebut mendapat respon positif dari investor global. Hal ini ditandai dengan kelebihan permintaan sebesar 6,4 kali lipat dari nilai rencana yang dipublikasikan saat itu. Panduan Harga Awal (IPG).

“Permintaan yang kuat dari investor global merupakan indikasi tingginya tingkat kepercayaan investor asing terhadap perusahaan jika melihat fundamental dan transformasi yang sehat yang sedang terjadi di BNI, serta kepercayaan investor global terhadap kondisi perekonomian. perekonomian nasional,” kata Novita.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Diversifikasi sumber pendanaan, BNI menerbitkan obligasi global senilai US$500 juta

(ra/ra)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *