Klarifikasi VIVA sedang dalam proses PKPU sementara

Uncategorized185 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) menjelaskan kabar perusahaan tersebut dinyatakan pailit. Sekretaris Perusahaan VIVA Neil R. Tobing mengatakan perseroan bekerja sama dengan PT Cakrawala Andalas Televisi (CAT), PT Lativi Mediakarya (LM) dan PT Intermedia Capital Tbk. (Kementerian Dalam Negeri) tidak bertanggung jawab atas kebangkrutan (kebangkrutan).

Sebaliknya kami meminta penundaan pelaksanaan kewajiban utang (PKPU), dan saat ini sedang dalam proses PKPU sementara, tulisnya kepada CNBC Indonesia, Senin (19/2).

Dia menjelaskan, kebangkrutan dan PKPU merupakan dua hal yang berbeda. Dalam PKPU, operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa dan seluruh kreditur dibantu manajemen menyepakati skema penyelesaian utang dalam perjanjian penyelesaian.

Sedangkan apabila terjadi kepailitan, maka perseroan dinyatakan pailit dan ditempatkan dalam kurator yang disusul dengan penjualan harta kekayaan perseroan untuk melunasi kewajiban utangnya.

“Oleh karena itu, kami sangat kecewa dengan headline dan pemberitaan yang merendahkan kredibilitas VIVA Group dan menimbulkan persepsi yang salah dan menyesatkan, terutama di kalangan investor, mitra bisnis, regulator, dan masyarakat,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan di Bursa Efek Indonesia pada 15 Februari 2024, keputusan sementara PCPU tersebut dipastikan tidak berdampak material terhadap operasional dan kelangsungan usaha Grup VIVA karena operasional tetap berjalan seperti biasa.

“Selama masa PKPU sementara, VIVA Group akan melakukan kegiatan terkait akuntansi dan perbandingan utang usaha yang akan difasilitasi oleh tim manajemen,” tutupnya.

Sebelumnya, VIVA memberitakan, perseroan telah menerima klaim Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU Sementara). Hal itu terungkap melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Gugatan tersebut tertuang dalam Daftar Perkara Nomor 13/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst. dan dihentikan pada 12 Februari 2024.

Baca Juga  Bukan Karir, Ini yang Ingin Diwujudkan Ruben Onsu di Usia 40

Manajemen menyatakan PT Laras Nugraha Cipta selaku pemohon mengajukan gugatan PKPU terhadap perusahaan sebagai tergugat PKPU I dan anak perusahaannya yaitu PT Cakrawala Andalas Televisi sebagai tergugat PKPU II, PT Lativi Mediakarya sebagai tergugat PKPU III), dan PT Intermedia Modal Tbk. sebagai terdakwa PCPU IV.

“Pada tanggal 12 Februari 2024, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Pusat Jakarta mengeluarkan putusan yang mengeluarkan PKPU Sementara (“Putusan Pendahuluan PKPU”) yang antara lain menetapkan bahwa Perseroan (tergugat PKPU I) bersama-sama dengan PT Cakrawala Andalas Televisi (tergugat PKPU II), PT Lativi Mediakarya (tergugat PKPU III) dan PT Intermedia Capital Tbk (tergugat PKPU IV) berada dalam PKPU Sementara untuk jangka waktu 45 hari kalender sejak diumumkannya putusan PKPU, tulis manajemen, Jumat (16/2).

Manajemen menegaskan, hingga saat ini PKPU Sementara tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan kelangsungan usaha Perseroan dan anak perusahaan berdasarkan PKPU Sementara tersebut, dimana operasional tetap dijalankan seperti biasa.

“Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepailitan dan PKPU Nomor 37 Tahun 2004, selama masa berlakunya PKPU sementara, perusahaan dan anak perusahaan yang berada dalam PKPU sementara tidak dapat dipaksa untuk membayar utang, dan segala tindakan penegakan hukum yang dilakukan untuk tujuan tersebut untuk memperoleh pelunasan utang, harus ditangguhkan,” ujarnya.

Pada masa PKPU Interim, Perseroan akan melakukan akuntansi dan rekonsiliasi utang usaha yang akan difasilitasi dan diawasi oleh tim manajemen.

“Jika terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan, maka Perseroan akan memberikan informasi kepada publik sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas manajemen.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Vaskita menjelaskan PKPU memiliki 4 perusahaan dan merupakan penerbit JK

Baca Juga  CB Bukopin angkat bicara soal rumor IFC akan menjadi pemegang saham

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *