Klaim asuransi kesehatan naik karena RS nakal, OJK lakukan

Uncategorized53 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti permasalahan kenaikan tajam klaim asuransi kesehatan.

Direktur Jenderal Penjaminan Asuransi dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogie Prastomijono mengatakan naik turunnya klaim layanan kesehatan sejalan dengan mekanisme pasar dan belum ada aturan yang mengatur hal tersebut.

Meski demikian, OJK kini tengah mencari solusi atas kenaikan klaim asuransi kesehatan tersebut, termasuk berdiskusi dengan pemangku kepentingan lainnya.

“Asuransi kesehatan sedang dibahas, nanti kita diskusi dengan Menteri Kesehatan dan asosiasi perbaikan apa yang akan dilakukan,” ujarnya dalam pertemuan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21 Mei). 2024).

Augie meyakinkan, dirinya tidak akan memberlakukan pembatasan pembayaran asuransi bagi masyarakat.

Diketahui sebelumnya pada tahun 2023, pembayaran asuransi kesehatan meningkat sebesar 24% menjadi Rp 20,83 triliun. Salah satu penyebabnya juga karena kelebihan beban di beberapa rumah sakit.

Freddy Tamrin, ketua departemen literasi dan perlindungan konsumen dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, tidak menyangkal bahwa beberapa rumah sakit melakukan praktik yang “tidak dapat diatur” atau penggunaan yang berlebihan, sehingga mengakibatkan biaya klaim medis yang lebih tinggi yang disebabkan oleh asuransi.

“Ya kami tahu. Misal pasien sakit lutut, apa itu rontgen ya? Ini masih perlu dikaji lebih mendalam ya,” kata Freddy yang juga Direktur Utama CAR Life Insurance itu saat ditemui wartawan di rumah AAJI, Selasa (27/02/2024).

Terkait kemungkinan penggunaan berlebihan, Freddy mengatakan pihaknya telah menyiapkan tindakan pencegahan dan pengobatan. Upaya preventif dimulai dengan membuka ruang diskusi antara perusahaan asuransi dan rumah sakit.

“Kami juga melihat ketika seseorang menderita radang usus buntu. Apa yang mereka lakukan? Ada dokter di perusahaan kami. Mereka juga tahu apa yang harus dilakukan jika seseorang menderita radang usus buntu. Jadi mereka juga bisa mengecek mana rumah sakit yang mahal dan mana yang standar.” ” jelasnya.

Baca Juga  Kesamaan Karakter Angga Yunanda di Dunia Nyata dengan Tokoh Boy di 'CATATAN SI BOY' Versi 2023

Selain itu, industri dan pemerintah juga berupaya mengumpulkan data kesehatan masyarakat melalui platform digital. AAJI juga melakukan negosiasi dengan OJK terkait Memorandum of Understanding (MOU) OJK dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sementara itu, di sisi pengobatan, pelaku industri memilih pendekatan selektif, berkolaborasi dengan rumah sakit yang ketahuan menggunakannya secara berlebihan di kemudian hari.

“Ada beberapa hal yang kami tidak perintahkan untuk dilakukan klien. [berobat] pergi ke sini, ke sini. “Saya kelola misalnya 10 RS swasta, mungkin 8. Jadi semua anggota sepakat kalau RS swasta itu ada,” jelasnya.

Sebagai informasi, secara umum total volume pembayaran asuransi turun 6,8% dibandingkan total volume pembayaran tahun 2022 atau sebesar 162,75 triliun. Diantaranya manfaat kematian yang turun 8,3% menjadi 11,02 triliun, dan manfaat asuransi kesehatan yang naik 24% dengan nilai Rp 20,83 triliun. Sisa pembayaran klaim sebesar Rp6,3 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Video: OJK menjelaskan tujuan optimalisasi bisnis asuransi dan dana pensiun

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *