Keuntungan dari saham. Berikut perhitungan zakatnya

Uncategorized143 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Masyarakat Islam wajib membayar zakat. Hal ini diatur dalam Al-Qur’an, Sunnah Nabi dan ijma para ulama. Zakat juga merupakan salah satu rukun Islam dan salah satu unsur dasar menjalankan hukum Islam.

Kini umat Islam yang berinvestasi pada instrumen pasar modal juga bisa menyalurkan dana zakatnya melalui zakat saham. Zakat saham adalah zakat yang dibayarkan atas kepemilikan saham atau bukti kepemilikan suatu perseroan terbatas (PT), tergantung pada nilai dan jumlah sahamnya.

Menurut situs resmi Baznas, zakat saham wajib dibayarkan jika total harga saham beserta keuntungan investasi (dividen) telah mencapai nisab dan mencapai hasil tangkapan.

Selain itu, zakat atas saham yang ingin dikeluarkan oleh muzaqi (pembayar zakat) adalah dalam bentuk saham yang tercatat dalam Daftar Efek Syariah (DES). Apabila saham tersebut tidak dicatatkan dalam DES, namun kegiatan yang mendasari saham penerbitnya tidak bertentangan dengan prinsip syariah, maka hanya dapat diterima sebagai amal/informasi.

Bagaimana cara menghitung

Sedangkan untuk menghitung zakat saham bisa dimulai dengan mengetahui batas nisabnya. Zakat Nisab saham mempunyai nilai yang sama dengan Zakat Maal Nisab yaitu setara dengan 85 gram emas dengan kandungan zakat 2,5% dan telah mencapai satu tahun atau mencapai hasil tangkapan.

Dalam praktiknya, zakat saham biasanya dibayarkan setiap akhir tahun. Saham yang dikeluarkan zakatnya akan dinilai berdasarkan harga pasar/harga bursa dan bukan berdasarkan harga pada saat pembelian. Tata cara penghitungan zakat saham adalah sebagai berikut:

2,5% x (keuntungan modal + dividen)

Investor perlu mengetahui apakah total aset rekeningnya sudah mencapai nishab atau belum. Jika demikian, investor dapat menghitung jumlah zakat yang harus dikeluarkan dalam satuan lot dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Baca Juga  Harga Bitcoin mendekati rekor dan hampir menembus Rp 1 miliar. Apa yang terjadi?

Nominal zakat dalam rupee: (harga pasar/saham x 100 lembar)

Untuk gambaran contoh penghitungan zakat saham, lihat di bawah ini:

Dalam 1 tahun penuh Tuan A mempunyai total harta sebesar Rp 100.000.000. Jika harga emas saat ini Rp 923.000 per gram, maka Nishab Zakatnya menjadi Rp 78.455.000. Dengan demikian, Tuan A wajib mengeluarkan Zakat. Zakat maal yang harus dikeluarkan oleh Tuan A adalah sebesar 2,5% x Rp 100.000.000 = Rp 2.500.000.

Cara menghitung dan mentransfer portofolio saham:

Tuan A mempunyai 100 lot saham tertentu, harga pasar per sahamnya adalah Rp 645 (1 lot sama dengan 100 saham). Tuan. Oleh karena itu, Tuan A harus mentransfer 39 lot sahamnya sebagai zakat atas saham tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Video: Berhasil Lunasi Utang Besar, Siapkah Saham BUMI Melesat?

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *