Jelang spin-off 32 Asuransi Syariah, OJK Pantau Permodalan

Uncategorized90 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 32 perusahaan asuransi dan reasuransi dengan unit syariah telah mengumumkan akan melakukan diferensiasi dengan mendirikan perusahaan asuransi baru yang sesuai syariah.

Direktur Jenderal Otoritas Pengawasan Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Ogie Prastomijono mengatakan, sudah ada 32 perusahaan yang menyampaikan Rencana Kerja Syariah Pemisahan Unit (RKPUS) yang masih dilaksanakan dan terus dipantau oleh OJK.

Perusahaan lain akan mengalihkan portofolio syariahnya ke perusahaan asuransi syariah yang sudah ada dan masih dalam proses mencari perusahaan asuransi syariah yang bersedia menyetujui pengalihan tersebut dan juga diawasi oleh OJK.

“Secara umum dengan diberlakukannya POJK versi terbaru yang mengatur tentang penambahan modal perusahaan asuransi dan reasuransi, maka tujuan awal OJK adalah memastikan seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi dapat memenuhi persyaratan modal saham minimum di Tahap I Desember 2026,” kata Ogie dalam pesannya. tanggapan tertulis, Rabu (04/04/2024).

Modal minimum ini dapat dicapai melalui penambahan modal pemegang saham, pertumbuhan perusahaan organik, atau konsolidasi perusahaan.

Di sisi lain, sebagai bagian dari pengembangan sistem jasa keuangan syariah, OJK menerbitkan POJK No. 2 Tahun 2024 tentang Penerapan Tata Kelola Syariah bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan UUS. Resolusi tersebut mulai berlaku pada 16 Februari 2024.

Peraturan ini mengatur kewenangan dewan pengawas syariah, fungsi manajemen risiko syariah, audit internal syariah, dan verifikasi penerapan tata kelola syariah.

Seperti diketahui, sesuai POJK 11/2023, perusahaan yang memiliki unit usaha syariah wajib menyampaikan perubahan Rencana Kerja Unit Usaha Syariah (RKPUS) paling lambat tanggal 31 Desember 2023.

Modal minimum perusahaan asuransi syariah akan ditingkatkan dari Rp 50 miliar menjadi Rp 250 miliar pada tahun 2026. Modalnya kemudian ditingkatkan menjadi Rp 500 miliar pada tahun 2028.

Baca Juga  LPS menyiapkan pembayaran keenam simpanan nasabah BPR tahun ini

Modal minimum perusahaan reasuransi syariah kemudian ditingkatkan dari Rp 100 miliar menjadi Rp 500 miliar pada tahun 2026. Modal minimum kemudian ditingkatkan menjadi Rp 1 triliun pada tahun 2028.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Divisi asuransi syariah spin off, 2 menyerah, 1 masih berproses

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *