Inflasi di AS mulai terkendali, dolar kembali turun ke Rp 15.920/USD

Uncategorized52 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Rupee menguat terhadap dolar AS setelah inflasi AS lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya dan kemungkinan bank sentral AS (Fed) akan menurunkan suku bunganya pada tahun ini.

Laporan dari RefinitifHari ini, Kamis (16 Mei 2024), rupiah ditutup menguat 0,66% di Rp 15.920 per dolar AS. Penguatan rupee setara dengan kurs kemarin (15/5/2024) sebesar 0,4%.

Sedangkan DXY pada pukul 14:58 WIB turun ke 104,32 atau melemah tipis 0,02%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan kemarin yang berada di 104,34.

Kemarin, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan data inflasi konsumen AS pada April 2024 tercatat pada tingkat tahunan sebesar 3,4% (YoY). Tingkat pertumbuhan harga konsumen AS setara dengan perkiraan konsensus Ekonomi Perdagangan. 3,4%. Tingkat inflasi ini lebih rendah dibandingkan angka inflasi Maret 2024 sebesar 3,5%.

Secara bulanan, inflasi AS sebesar 0,3% pada April 2024, turun dari 0,4% pada bulan Maret.

Inflasi inti di luar harga energi dan pangan turun menjadi 3,6% (yoy) pada April 2024 dari 3,8% (yoy) pada Maret 2024. Secara bulanan, inflasi inti turun menjadi 0,3% pada April 2024 dari 0,4% pada Maret 2024.

Melambatnya inflasi dan stagnannya penjualan ritel menandakan melambatnya permintaan domestik, sejalan dengan tujuan The Fed untuk mencapai “soft landing” bagi perekonomian.

CME FedWatch Tool juga menunjukkan bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga sebanyak dua kali, dengan total 50 basis poin (bps).

Hal ini menjadi angin segar bagi pasar keuangan dalam negeri, mengingat jika hal tersebut benar-benar terjadi maka tekanan terhadap rupiah akan minimal.

Baca Juga  IHSG I sesi I lesu, ada ancaman return ke 7100

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Pelaku pasar masih menunggu data inflasi AS, rupee ditutup menguat

(v/v)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *