Implementasi yang kurang optimal, AJB Bumiputera, revisi RPK 1912

Uncategorized206 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 disebut sedang mengkaji Rencana Pemulihan Keuangan (RPK) setelah RPK awal tidak berjalan maksimal.

Direktur Utama Direktorat Perasuransian, Penjaminan, dan Pensiun (PPDP) Ogie Prastomijono mengatakan, tidak semua RPC AJBB yang disetujui pada Februari 2023 bisa dilaksanakan. Dengan demikian, program yang dibuat tidak dilaksanakan.

“Kemudian pada tanggal 2 Februari 2024 OJK memanggil seluruh anggota BPA. [Badan Perwakilan Anggota]komisaris, direksi [AJBB]“Ini sudah kita rapatkan,” kata Augie saat jumpa pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) pada Selasa (20 Februari 2024).

Revisi PKK harus diserahkan paling lambat satu bulan, yakni Maret 2024. PKK yang baru harus realistis dan mampu menjamin kelangsungan kegiatan perusahaan.

“Intinya AJBB akan menjual aset-aset non-produktif yang tidak ada kaitannya dengan asuransi, sehingga akan terjadi penyesuaian atau perampingan sehingga aset-aset tersebut menyusut dan AJB dapat beroperasi kembali,” kata Augie.

Penurunan aset tersebut disebabkan adanya penjualan beberapa aset real estate perkantoran di perkotaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Dengan kata lain, AJBB akan mengurangi aset non produktif atau aset yang tidak diperlukan.

Augie juga mencatat penjualan produk baru AJBB masih rendah. Makanya PKK diubah, AJBB akan membuat PKK baru yang lebih realistis dan bisa dilaksanakan. Augie juga menghimbau AJBB untuk bisa menghidupi dirinya sendiri dan tidak bergantung pada pembayaran dana penjaminan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Pegawai AJB Bumiputera Mau Mogok Massal, Ini Faktanya

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Gelar Fansign 5 Kota di Korea Selatan, U-KNOW Habiskan Waktu yang Berarti Bersama Penggemar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *