Emiten ini mengakui pelemahan rupee menjadi beban sekaligus tantangan besar.

Uncategorized82 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) menunjukkan pelemahan rupee menjadi salah satu penghambat utama kinerja perseroan tahun ini, meski pada kuartal I 2024 perseroan mencatatkan hasil positif. IMPC mencatat laba bersih masih tumbuh pada kuartal I 2024. sebesar 23% menjadi Rp 149 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2023 senilai Rp 121 miliar.

Sementara EBITDA perseroan mencapai Rp 232 miliar pada kuartal I 2024, naik 15,9% year-on-year menjadi Rp 201 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan kuartal I 2024 sebesar Rp 744 miliar, hampir sama dengan pendapatan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Sementara laba kotor perseroan tumbuh 4,1% secara tahunan dari Rp303 miliar pada kuartal I 2023 menjadi Rp315 miliar pada kuartal I tahun ini.

Margin kotor perseroan naik dari 40,7% tahun lalu menjadi 42,4% pada tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini didukung oleh manajemen pasokan bahan baku yang baik dan efisiensi operasional.

Perseroan melaporkan laba usaha sebesar Rp 204 miliar pada kuartal I 2024, naik 18,2% year-on-year dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 173 miliar. Margin laba usaha juga meningkat dari 23,2% pada kuartal I tahun 2023 menjadi 27,5% pada kuartal I tahun 2024.

Presiden dan Direktur perseroan Haryanto Tjiptodidhardjo mengatakan, menjelang kuartal II, manajemen perseroan menilai kondisi perekonomian masih belum optimal.

“Melemahkan nilai tukar rupee terhadap dolar AS serta memburuknya kondisi geopolitik global dapat mengganggu pasokan dan harga komoditas,” ujarnya, Kamis (2/5).

Menurutnya, untuk mencapai target pendapatan Rp3,15 triliun dan target laba bersih Rp550 miliar, perseroan terus aktif mencari peluang baru, baik melalui akuisisi maupun inovasi produk, yang diharapkan dapat berkontribusi di semester II. tahun ini.

Baca Juga  Robert Kiyosaki mengatakan cryptocurrency adalah masa depan investasi

“Untuk memitigasi situasi ini, kami selalu melakukan upaya yang baik dalam mengelola inventaris,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Cukup bernafas, gejolak global mulai mereda

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *