Dolar AS Hampir Tembus Rp 16.000, Pembayaran Utang RI Bisa Meningkat

Uncategorized107 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat menyebabkan pembayaran utang Indonesia menjadi lebih tinggi. Sebab, sebagian utang ada yang berdenominasi mata uang asing (valas), misalnya dolar AS.

Rupee dibuka melemah 0,41% ke level Rp 15.910 per dolar AS, berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.00 WIB. Kemarin dolar AS mencapai Rp 15.960.

“Pelemahan rupiah yang terus berlanjut meningkatkan risiko pembayaran bunga dan pokok utang luar negeri pemerintah,” kata ekonom dan Direktur Eksekutif Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara kepada CNBC Indonesia, Senin. (01/04/2024).

Pergerakan nilai tukar rupiah juga jauh dari asumsi nilai tukar yang ditetapkan dalam Asumsi Makroekonomi Inti APBN 2024. Pada Asumsi Makroekonomi Inti APBN 2024, nilai tukar rupiah hanya Rp15.000 per dolar AS. Serta melampaui realisasi nilai tukar APBN tahun 2023 sebesar Rp 15.255.

Total utang pemerintah per 29 Februari 2024 sebesar Rp8.319,22 triliun. Mayoritas berasal dari SBN dalam negeri sebesar Rp5.947,95 triliun. Dari SBN valas hanya Rp1.388,92 triliun dan pinjaman Rp982,35 triliun.

Foto: Realisasi utang. (dok. Kementerian Keuangan)
Realisasi utang. (dok. Kementerian Keuangan)

Dengan kondisi tersebut, Bhima memperkirakan debt service ratio (DSR) juga akan meningkat sejalan dengan terus menurunnya kinerja ekspor Indonesia. DSR merupakan perbandingan rasio total utang terhadap pendapatan atau pendapatan pemerintah, yang biasanya juga berasal dari ekspor.

“Pendapatan pemerintah sebagian besar dalam mata uang rupee dan terdapat kewajiban pembayaran utang dalam mata uang asing, terutama dolar AS. Akibat lainnya adalah melemahnya nilai tukar rupee yang dibarengi dengan penurunan kinerja ekspor. Jadi utang DSR ke depan akan bertambah. Ini indikasi kemampuan membayar utang luar negeri sedang melemah,” kata Bhima.

Baca Juga  Sulit bagi warga Republik Ingushetia untuk membayar secara mencicil; kualitas pinjaman konsumen bank memburuk

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Masih Banyak Pilihan, BI Ungkap Arah Kebijakan Ke Depan!

(tangan/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *