Direktur Utama diduga melakukan korupsi. Ternyata Tuspen menaruh uang di sini untuk dana pensiun PNS.

Uncategorized150 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Taspen (Persero), sebagai pengelola dana tabungan dan asuransi pegawai negeri sipil, harus “mengalihkan” dana kelolaan asetnya ke berbagai sarana investasi. Dana investasi tersebut belakangan menjadi sorotan menyusul dugaan korupsi yang melibatkan mantan direktur utamanya, Antonius Kosasih.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberhentikan sementara Antonius N.S. Kosasiha dari jabatan Direktur Utama PT Taspen (Persero) pada 8 Maret 2024. Kosasih diduga melakukan korupsi melalui kegiatan investasi fiktif di PT Taspen (Persero) pada tahun anggaran 2019. .

Melihat data audit per 31 Desember 2022 yang diperoleh CNBC Indonesia, total aset Taspen tercatat sebesar Rp345,7 triliun. Sedangkan aset investasi didominasi oleh obligasi pemerintah (55,6%), deposito (13,2%) dan sukuk (16,5%).

Selain itu, Taspen berupaya untuk tidak menempatkan dana kelolaannya pada instrumen investasi berisiko tinggi. Hal ini terlihat dari porsi investasi Tuspen di reksa dana yang hanya 7%, padahal porsinya 3,9%.

Sisanya, perseroan yang dipimpin oleh Antonius Nicholas Stephanus (ANS) Kosasih ini memiliki surat utang jangka menengah (MTN) sebesar 1,7% dari total dana investasi, dan sebagian kecil sisanya dimiliki pada investasi langsung, entitas asosiasi, properti. dan sekuritas beragun aset.

Sekretaris Perusahaan PT Taspen Yoka Krisma Wijaya menjelaskan, khusus untuk berinvestasi di reksa dana, perusahaan wajib mematuhi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 52/PMK.02/2021 dan PMK No 2021.66/PMK.02 /2021.

“Taspen secara berkala memberikan laporan pengelolaan dana investasi kepada Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan OJK. Ke depan, TASPEN bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat pengembalian seluruh instrumen investasi,” kata Yoka beberapa waktu lalu.

Sementara untuk mencapai target hasil investasi, Yoka menjelaskan, perusahaan asuransi pelat merah itu telah mengurangi portofolio saham dan reksa dana pada tahun 2022.

Baca Juga  Tiba-tiba, pembelian bersih valas mencapai Rp 2,98 ribu, dan saham ini jadi incaran

“Perusahaan menjual saham dan membeli kembali reksa dana sebagai bagian dari langkah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan,” ujarnya.

Saat itu, total volume transaksi penjualan saham Taspen sebesar Rp 15,7 triliun dan pembelian saham sebesar Rp 12,5 triliun. Dengan demikian, Taspen mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp3,2 triliun dengan laba investasi sebesar 10,7%.

Sedangkan untuk reksa dana, selain realisasi keuntungan atau kegiatan menghasilkan keuntungan yang dilakukan untuk mencapai hasil investasi, terdapat instrumen reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) yang memiliki jatuh tempo yang dipercepat sehingga TASPEN memperoleh keuntungan lebih awal.

Akibat transaksi tersebut, Yoka menilai hasil audit tidak menunjukkan adanya penurunan nilai investasi pada instrumen saham dan reksa dana.

“Penjualan saham dan penyetoran reksa dana menyebabkan jumlah sisa saham dan reksa dana berkurang, sedangkan instrumen investasi lainnya seperti deposito dan obligasi meningkat karena pendapatan yang diterima perseroan dari penjualan saham dan reksa dana meningkat. langsung diinvestasikan kembali pada instrumen investasi lain,” tambah Yoka.

Baru-baru ini, Yoka Chrisma Wijaya mengatakan pihaknya tetap membayarkan pensiun ASN seperti biasa, meski mantan Direktur Utama itu tersangkut kasus dugaan korupsi.

“Untuk operasional dan pembayaran pensiun dilakukan seperti biasa dan tanpa ada kendala, hal ini juga telah diumumkan oleh Menteri PAN dan RB beberapa waktu lalu,” kata Yoka kepada CNBC Indonesia, Senin (18/3/2024). ).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Setelah bekerja selama 5 tahun, anggota DPR akan mendapat pensiun seumur hidup

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *