Dinamakan Jokowi, itu adalah sosok Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank.

Uncategorized116 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Hal menarik mengemuka pada acara BRI Microfinance Outlook 2024 pada Kamis (07/03/2024). Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso layak menerima Hadiah Nobel Ekonomi.

Hal ini melanjutkan kehadiran Ultramicro Holding (UMi) di pihak BRI dalam mendukung pembiayaan UMKM. Menurut Jokowi, UMi sukses mendukung kehadiran UMKM baru karena berhasil menggaet hingga 8,2 juta nasabah dengan maksimal pinjaman Rp10 juta.

Atas dasar itu, Jokowi membandingkan Sunarso dengan Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, yang sama-sama melakukan hal serupa.

“Bapak Muhammad Yunus menerima Hadiah Nobel karena Grameen Bank memiliki 6,5 juta nasabah. Pak Sunarso seharusnya mendapat hadiah Nobel. Mungkin karena TIDAK seseorang menyarankan. “Mungkin urusan Nobel bisa diselesaikan,” katanya.

Perbandingan yang dilakukan Jokowi terhadap kedua tokoh tersebut bukan tanpa alasan. Seperti Sunarso, Muhammad Yunus juga berperan penting dalam memberikan kredit mikro kepada masyarakat Bangladesh melalui Grameen Bank.

Perlu diketahui: Grameen Bank adalah bank khusus masyarakat miskin yang didirikan oleh ekonom Muhammad Yunus. Ia mendirikan Grameen Bank pada Oktober 1983. Tujuannya untuk merangsang dunia usaha dan mengurangi kemiskinan yang semakin meluas di Bangladesh.

Karena sebelum munculnya Grameen Bank, masyarakat sulit mendapatkan pinjaman. Kalaupun mereka bisa mengaksesnya, pihak swasta bisa saja membebankan bunga yang sangat tinggi kepada masyarakat, sehingga menyulitkan masyarakat.

Dalam praktiknya, upaya Yunus dan Grameen Bank telah membuahkan hasil dalam pengentasan kemiskinan dan terciptanya banyak usaha baru di Bangladesh. Dalam kurun waktu 10 tahun sejak berdirinya, Grameen Bank telah berhasil memberikan 90% pinjaman kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan perempuan.

Baca Juga  Investor menantikan data inflasi AS, IHSG berada di zona merah

Berdasarkan keberhasilan tersebut, Komite Nobel Perdamaian menganugerahkan Muhammad Yunus Hadiah Nobel Ekonomi pada 13 Oktober 2006. Menurut panitia, Yunus berhasil membawa pembangunan ekonomi dan sosial dari bawah, serta menjadi sarana pengentasan kemiskinan.

[Gambas:Video CNBC]

(MFA/MFA)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *