Cadangan devisa RI pada Maret berjumlah US$140,4 miliar, turun US$3,6 miliar.

Uncategorized75 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Cadangan devisa Indonesia (Cadev) turun sebesar US$3,6 miliar menjadi US$140,4 miliar pada akhir Maret 2024. Sebelumnya, pada Februari 2024, volume investasinya sebesar US$144 miliar.

Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia (BI) pada Jumat (4/5/2024), penurunan posisi cadangan devisa antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valuta asing korporasi. dan perlunya stabilisasi nilai tukar rupee di tengah masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Namun posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta melebihi standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tulis BI.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini cadangan devisa akan tetap memadai dengan tetap mendukung stabilitas dan prospek perekonomian nasional, sejalan dengan sinergi langkah respon yang dilakukan Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Gubernur BI akhirnya berterus terang! Gara-gara kabar ini nilai tukar rupee melemah

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Jelang long weekend, indeks IHSG lesu dan rupee stagnan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *