Bos BEI bicara dampak pemilu ESG di pasar modal

Uncategorized174 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten yang mengedepankan keberlanjutan dari perspektif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) menjadi dambaan banyak investor, terutama institusi asing. Preferensi investor ini membuat banyak emiten semakin menyadari perlunya berpegang pada prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnisnya, termasuk emiten yang baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Investor, terutama asing, semakin khawatir terhadap ESG,” kata Chief Development Officer Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrick dalam acara CNBC Indonesia Market Outlook 2024, Kamis (15 Feb 2024).

Meski demikian, Jeffrey tetap optimis pasar modal Indonesia akan berkinerja positif di tengah meningkatnya sentimen global. Ia mengatakan, selama 10 tahun terakhir, di tengah ketidakpastian global, IHSG masih mampu tumbuh.

Terkait dampak pemilu terhadap pasar modal, ia melihat hal tersebut tidak menjadi satu-satunya penggerak utama pasar modal Indonesia.

“Tidak hanya di Indonesia, negara-negara besar juga mengadakan pesta demokrasi,” jelas Jeffrey.

Ia menambahkan, BEI akan mengadakan seminar di akhir tahun 2023 yang akan mengundang investor yang telah melalui berbagai pemilihan dan sukses sebagai investor untuk berbagi pandangannya kepada investor baru. Pada tahun 2019, terdapat 2,5 juta investor di pasar modal Indonesia, dan kini jumlahnya meningkat signifikan menjadi 12,5 juta. Artinya setelah pemilu pertama ada 9 juta investor baru.

“Mungkin ada kegugupan, makanya kami mengajak investor untuk berbagi, kalau investasinya cerdas, dengan potensi yang ada di Indonesia, semuanya akan baik-baik saja,” kata Jeffrey.

Eksekutif BEI ini menjelaskan, pasar modal selalu mencari peluang dan investor, artinya harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai investor, mulai dari mendidik hingga mencari peluang. Misalnya, sektor mana yang akan mendapat banyak perhatian di masa depan, terutama dari investor global dan institusi, atau perusahaan mana yang akan mempublikasikan laba, menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Baca Juga  Laba TUGU melonjak 215%, sahamnya melonjak lebih dari 2%

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Investor muda mendominasi pasar saham, tapi mereka punya sedikit uang

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *