BNI membuka 2 opsi pada Hibank jika Sea Limited menjadi pemegang saham

Uncategorized124 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tidak menutup kemungkinan akan menggabungkan anak usaha bank digitalnya PT Bank Hibank Indonesia (Hibank) dengan bank digital milik raksasa Singapura Sea Limited, yakni PT Bank Seabank Indonesia (Seabank).

Seperti diketahui, Sea Limited dikabarkan akan mengakuisisi 10-15% saham Hibank. Meski demikian, BNI akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas.

Terkait hal tersebut, Chief Risk Officer BNI David Pirzada tidak membantah maupun membenarkan kemungkinan merger kedua bank digital tersebut. Dia mengatakan, hal itu akan bergantung pada kondisi selanjutnya. Namun, ada dua opsi bagi Sea Limited untuk bergabung sebagai pemegang saham Hibank.

“Karena dia [Sea Limited] sebagai penyedia teknologi ya. Ya, kita punya dua pilihan, bukan? [Sea Limited] hanya sebagai penyedia teknologi atau juga sebagai pemegang saham. “Ini adalah dua opsi yang tetap terbuka bagi kami,” kata David usai pemaparan Manual Manajemen Risiko Iklim dan Analisis Skenario (CRMS) OJK di St. Regis, Jakarta Selatan, Senin (3 April 2024).

Sebelumnya, Direktur Utama BNI Roik Tumilaar mengatakan, BNI Group menggandeng induk perusahaan Shopee untuk mempersiapkan model bisnis dan proyek TI Bank Mayora yang diakuisisi BNI dan kini berganti nama menjadi Hibank.

Sebagai informasi, PT Bank Mayora resmi berganti nama menjadi PT Bank Hibank Indonesia setelah BNI resmi mencaplok 63,92% saham Bank Mayora pada 18 Mei 2022.

Hibank akan fokus pada pemberdayaan ekosistem UMKM di Indonesia. Chief Financial Officer BNI Novita Vidya Anggraini sebelumnya mengatakan pertumbuhan BNI dalam lima tahun ke depan akan difokuskan pada usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam hal ini, kata dia, UKM berorientasi pada digital.

Baca Juga  Arus masuk modal asing meningkat, BI kumpulkan dana senilai Rp 775,4 triliun

Dia mengatakan Hibank tidak akan berekspansi ke UKM di pedesaan. Sebaliknya, Hibank akan berekspansi ke ekosistem yang memiliki rantai nilai, seperti pasar atau toko kecil yang memiliki jangkar.

Sedangkan SeaBank sebelumnya bernama PT Bank Selamat Ekonomi dan berganti nama pada tahun 2021 setelah diakuisisi oleh Sea Limited.

Sea Limited memang sedang gencar menggarap perbankan digital di kawasan. Grup ini telah mendapatkan lisensi perbankan digital penuh di Singapura untuk beroperasi dengan nama Maribank dan juga telah membentuk konsorsium dengan YTL Digital Capital untuk mendirikan bank digital di Malaysia.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Biaya bunga bank meroket, dana murah jadi persaingan

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *