Berikut penuturan Bos Bank Mandiri (BMRI) soal potensi akuisisi bank digital tersebut.

Uncategorized141 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI) Alexandra Askandar mengatakan, potensi masih terbuka bagi bank dengan aset terbesar di Indonesia untuk mengakuisisi bank digital.

“[Akuisisi bank digital] Tentu sangat terbuka, tapi mungkin saya belum bisa mengatakannya secara spesifik. membagikanjelas Alexandra dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2024, Kamis (29/2/2024).

Ia mengatakan Bank Mandiri saat ini terus fokus pada pengembangan digitalisasi dan telah terbukti efektivitasnya dengan pertumbuhan signifikan jumlah pengguna aplikasi retail Livin Bank Mandiri.

“Saat kami meluncurkan ke 6 juta pengguna, akhir tahun lalu ada 23 juta pengguna,” jelas Alexandra.

Hingga saat ini Bank Mandiri masih belum memiliki divisi perbankan digital seperti tiga bank raksasa Indonesia lainnya, yaitu Blu milik Bank Central Asia (BBCA), Bank Raya Indonesia (AGRO), milik Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Hibank, dimiliki oleh Bank Central Asia (BBCA). Bank Negara Indonesia (BBNI). Diketahui, Mandiri terus fokus pada pengembangan digitalisasi melalui aplikasi super Livin dari Mandiri.

Alexandra mengatakan pandemi Covid menjadi titik balik perseroan dalam pembenahan dan penguatan fondasi perbankan digital, dimana Bank Mandiri mampu meluncurkan dua solusi perbankan digital dalam dua tahun terakhir.

“Pertama, platform Copra untuk kebutuhan nasabah Wholesale Banking, dan kedua, aplikasi super Livin,” jelas Alexandra.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Bank Mandiri melunasi pokok obligasi berkelanjutan sebesar Rp1,5 ribu

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Perusahaan asal Indonesia ini telah menyusun Panduan ESG untuk KEK Sanur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *