Asuransi Prolife Henry Surya mengumumkan likuidasi tim

Uncategorized217 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia yang dahulu bernama PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses membentuk grup likuidasi menyusul keputusan pencabutan izin usaha perusahaan (CIU) pada November tahun lalu.

Pembentukan tersebut tertuang dalam Undang-Undang tentang Pengambilan Keputusan di Luar Rapat Pemegang Saham selain Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Nomor 3 tanggal 3 Januari 2024.

“Kemudian diumumkan kepada seluruh kreditur, pemegang polis, pemasok, vendor, debitur dan pihak terkait lainnya bahwa perseroan telah dibubarkan (“likuidasi”),” demikian pengumuman yang dikutip Selasa (24/1/). 2024).

Perseroan juga menunjuk tim likuidasi yang juga telah mendapat persetujuan OJK berdasarkan surat nomor S-249/PD.12/2023 tanggal 11 Desember 2023. Tim likuidasi terdiri dari tiga orang, yakni Parhutan Manalu Tri Wahjuni Harto Saputro dan MP Chandra Hutabarat.

Selain itu, pihak-pihak yang mengajukan klaim terhadap Prolife, termasuk pemegang polis, dapat segera menghubungi tim likuidasi Perseroan dan menyerahkan tagihan disertai bukti pendukung dalam waktu 60 hari kalender terhitung sejak tanggal 19 Januari 2023.

Pemegang polis dapat melihat panduan pendaftaran akun di www.timlikuidasiprolife.com. Dalam hal ini, daftar akun dapat dikirimkan ke alamat kantor Prolife.

Sebagai informasi: Kantor sekretariat PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia berlokasi di Gedung Kuningan Tower, Florida. 9, blok E
Jalan HR Rasuna Said, Kaw. 5, Blok X-7 Setiabudi, Jakarta Selatan 12940. Untuk nomor telepon dan alamat email bisa menghubungi 081112500555 dan [email protected].

Diketahui, pencabutan izin usaha Prolife tertuang dalam salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-77/D.05/2023 tanggal 2 November 2023. Pembubaran perseroan berlaku mulai 2 November 2023.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memerintahkan pemegang saham pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia, dahulu Indosurya Life, Henry Surya untuk mengganti klaim pemegang polisnya yang gagal membayar.

Baca Juga  LPS siap membayar simpanan nasabah dari BPR Pasar Bhakti Sidoarjo

Direktur Jenderal Pengawasan Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogie Prastomijono mengatakan perintah tertulis tersebut harus dipenuhi paling lambat tiga bulan sejak tanggal surat.

“Ada sanksi pidana apabila perintah tertulis dengan sengaja diabaikan dan/atau tidak dipatuhi,” kata Augie dalam keterangan resmi, Jumat (11 Maret 2023).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Asuransi Indosurya masih dalam sanksi dan berganti nama menjadi Prolife

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *