Ada ATM dan Kartu Debit Kiamat, Masyarakat Indonesia Beralih ke Sistem Ini

Uncategorized250 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Masyarakat Indonesia takjub dengan kemajuan digital karena efisiensi transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tinggi, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

Pada Januari 2024, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi perbankan digital sebesar Rp5.335,33 triliun atau meningkat 17,19% year-on-year.

“Volume transaksi uang elektronik (EU) meningkat 39,28% (YoY) mencapai Rp 83,37 triliun. Nilai nominal transaksi QRIS tumbuh 149,46% (YoY) mencapai Rp 31,65 triliun dengan 46,37 juta pengguna dan 30,88 juta merchant yang sebagian besar merupakan UMKM,” jelas Gubernur BI Perry Vargio, dikutip Jumat (23 Februari 2024).

Sedangkan transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, debit, dan kredit mencapai Rp692,32 triliun atau meningkat 2,58% (YoY). BI menargetkan memiliki 55 juta pengguna QRIS pada tahun 2024.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Perry mengatakan BI memperluas kerja sama antar negara untuk meningkatkan volume transaksi dan mendorong inklusi ekonomi keuangan digital (EKD).

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendartha mengatakan BI akan menjalin kerja sama QRIS lintas negara dengan Jepang dan UEA dalam waktu dekat.

“Selanjutnya mungkin dengan Jepang. Mudah-mudahan bisa segera kita coba karena mereka datang ke kita, ada diskusi lebih dalam,” kata Filianingsih.

QRIS lintas negara saat ini dapat digunakan di Thailand, Malaysia, dan yang terbaru, Singapura. Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Korea Selatan.

Filianingsih mengatakan transaksi menggunakan QRIS yang tidak lagi membutuhkan penggunaan dolar AS akan sedikit menurun pada Januari 2024. Hal ini didorong oleh transaksi wisatawan yang menurun pasca padatnya penggunaan saat liburan akhir tahun pada Desember 2023.

Filianingsih mengatakan volumenya menurun di Thailand, namun nilai nominalnya terus meningkat. Volume transaksi masuk sebanyak 1121 dan transaksi keluar sebanyak 23715. Nilai nominal trafik masuk sebesar Rp368 juta dan trafik keluar sebesar Rp10 miliar.

Baca Juga  IHSG Bisa Jatuh ke Rp 7.000, Saatnya Berburu Saham Diskon

Sementara itu, seiring pertumbuhan Malaysia, volumenya mencapai 73.300, 10% lebih banyak dibandingkan luar negeri. Secara nominal, arus masuk dari Malaysia ke Indonesia sebesar Rp20 miliar, kemudian dari Indonesia ke Malaysia Rp2,9 miliar.

“Memang turis Indonesia yang datang ke Malaysia lebih banyak, tapi pengeluarannya lebih sedikit, malah orang Malaysia yang belanjanya banyak. Singapura juga mengalami penurunan volume nominal yang sama, namun pariwisata outbound mengalami peningkatan. Mudah-mudahan setelah Januari bisa meningkat,” kata Filianingsih.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

QRIS akan tersedia untuk digunakan di Singapura mulai 17 November 2023.

(haa/haa)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *